anamost

Saturday, December 10, 2005

Surat Terbuka Untuk Para Pewaris Tahta (Pembukaan OSKM 2005)

“BANGSA INI TIDAK PERLU MENGEJAR KETERTINGGALAN DARI NEGARA LAIN TAPI MENCIPTAKAN LONCATAN-LONCATAN BESAR UNTUK MEMIMPIN DI DEPAN”

Selamat datang!
Selamat datang sahabat-sahabat pejuangku!
Senyuman aku tujukan untuk kalian, karena semangat baru telah muncul di hadapanku..karena peluhku dan peluhmu, darahku dan darahmu akan bercampur jadi satu, di bumi perjuangan satu.

Maaf jika puing-puing yang menyambutmu, bukan istana megah yang kau impikan sejak dulu. Maaf jika nasi keras dan lauk seadanya yang jadi santapmu, bukan ayam kecap kesukaanmu. Maaf jika teriakan dan rintihan yang jadi harimu, bukan senandung merdu zaman kita muda dulu.
…karena beginilah negerimu.

Jangan tutup mata kalian karena ngeri. Jangan tutup telinga kalian karena bising. Jangan bungkus diri kalian dari fenomena. Jangan jadi pertapa di hiruk pikuk perjuangan ini. Buka sedikit demi sedikit hatimu, lepas satu persatu belenggu. Hirup dan jadikan itu nafasmu.
…karena beginilah negerimu.

Jangan pernah sekalipun merasa nyaman, karena ini baru awal perjuanganmu. Jangan pernah merasa lelah, karena ini belum sebulan perjalananmu. Jangan mengeluh, karena itu akan membuatmu rapuh. Jangan mengelak, karena itu akan membuatmu telak.

Ingatlah, manusia besar tidak pernah lahir dari jaman yang mudah. Ingatlah, jika engkau kehilangan semangat, lihatlah sekelilingmu. Lihatlah wajah tegar sahabatmu, seperti halnya aku melihatmu, wahai putra negeri. Raih tangan mereka, dan majulah bersama.

Bersiaplah! Bersiaplah menyambut seruan Pertiwi, jadi pilar-pilar agar tetap berdiri. Tahtakan baju perang kita. Serahkan punggung kita, untuk pertiwi lewati menyeberangi sungai deras ini. Tanggalkan sesobek baju kita, dan jadikan tali, untuk pertiwi mendaki dinding terjal ini.

Tidak perlu makam pahlawan untuk menyerahkan tubuh ini pada bumi. Tidak perlu karangan bunga, untuk meninggalkan wangi nama kita. Cukup sebuah niat tulus dari nurani, cukup satu teriakan berani, dan biarkan jiwa kecil ini kita beri, untuk tebusan harga sebuah surgawi.

ITBku adalah ITBmu. Karena kita satu.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home